Wat Arun ini dikenal juga dengan sebutan Kuil Fajar. Letaknya persis ditepi sungai Chao Phraya. Dari Wat Pho, bisa berjalan kaki sedikit menuju tempat penyeberangan. Nantinya dengan menggunakan kapal akan menyeberang kira-kira lima sampai sepuluh menit menuju dermaga yang dekat dengan Wat Arun (lagi-lagi pengalaman menyeberang dengan kapal, tapi kali ini di sungai yang cukup berombak). Dari dermaga ini sebenarnya sudah memasuki komplek dari Wat Arun, jalan kaki sedikit saja sudah sampai menuju pintu masuk.
Saran saya, kalau mau ke Wat Arun sebaiknya pagi-pagi sekali atau sore sekalian, karena panasnya lumayan terik, padahal hari itu lumayan mendung sebenarnya.
Setelah dari Wat Arun, kami kembali ke hotel untuk mengambil barang-barang dan kemudian lanjut ke bandara.
Pengalaman yang menarik di perjalanan kali ini adalah ke Hua Hin. Tiga jam dari bangkok via travel yang mana supirnya ga bisa bahasa Inggris. Selama di Santorini Park dan (apalagi Bangkok) banyak banget ketemu dengan orang Indonesia, tapi tidak di Hua Hin. Beberapa kali kami bahkan dikira orang Malaysia. Dan yang selalu bertegur sapa dengan kami pun orang Malaysia.
Kalau punya kesempatan untuk ke Thailand lagi, bakal ke Hua Hin lagi sih.
Udah jatuh cinta sama kota itu...
Oke, until next trip!
Last day on Bangkok. Sekitar jam sembilan pagi kami mulai keluar dari hotel, barang-barang yang sudah dipacking dari malam kami titipkan di resepsionis, biar jalan-jalan hari ini ga ribet dengan barang bawaan. Niat awalnya, kami akan pergi menuju Wat Pho menggunakan Grab, biar lebih efisien waktunya, nah...ga jauh dari hotel ternyata ada sewaan mobil plus driver menuju temple, setlah nego dengan drivernya, akhirnya mereka juga mau mengantarkan kami menuju bandara. Lupa bayarnya berapa, yang pasti jauh lebih hemat waktu, dan berasa naik mobil pribadi, hahaha. Drivernya bisa bahasa Inggris, so, don't worry..
Destinasi pertama kami adalah Wat Pho.Wat Pho adalah salah satu dari kuil tertua di Bangkok. Letaknya persis di tengah kota yang gampang banget dijangkau. Di dalam Wat Pho ini ada ratusan patung Budha, dan tentunya wisatawan yang berkunjung bisa sembahyang didalamnya.
 |
| Tiket masuknya bisa ditukarkan dengan sebotol air mineral saat keluar dari temple. |
Yang paling menarik perhatian dari Wat Pho ini adalah The Sleeping Buddha. Patung Buddha yang berbaring dengan tinggi 15cm dan panjang 46cm. Saking panjangnya susah untuk datapat foto yang bagus, belum lagi ada banyak orang :(
 |
| Telapak kaki The Sleeping Buddha |
Di dalam kuil ini ada mangkuk perunggu berisi koin, pengunjung bisa menukarkan uang dengan koin, dan memasukkannya ke mangkuk-mangkuk yang tersedia, diyakini akan membawa keberuntungan.
Selesai di Wat Pho, saatnya menyeberang ke Wat Arun..
See ya on next post!
Lanjut dari postingan sebelumnya, setelah tiba di Bangkok kami memutuskan untuk langsung check in di hotel, agak nyasar dikit dan mayan nyari-nyari jalan biar bisa back on track.
Sebagaimana sebuah perjalanan yang selalu punya kejutan, hikmah dari nyasar kami kali ini adalah secara ga sengaja menuju Chatuchak Weekend Market. Ga masuk itinerary sebenernya, tapi karena udah sampai sini ya sekalianlah ya kulineran dikit.
Dari Chatuchak kami memilih untuk naik MRT menuju hotel, karena kebetulan ga jauh juga dari tempat kami menginap.
Setelah istirahat dan bersih-bersih, saatnya keluar mencari makan. Oiya, kami menginap disekitaran Pratunam Market. Lupa nama hotelnya dan ga sempat foto-foto karena udah kecapean jalan kaki, hahahaha.
Untuk yang muslim, jangan takut untuk nyari makan atau kulineran disini, beberapa tempat makan memberi tanda halal untuk makanan yang dijualnya. Ini beberapa yang sempat difoto. Enjoy...
Setelah muter-muter dan belanja oleh-oleh, kami lalu kembali ke hotel. Besok hari terakhir di Bangkok, dan tujuan kami berikutnya adalah explore the temple. See yaaa...